Kamis, 31 Januari 2013

lanjutaaaan


.....
Acara perkemahan yang di tunggu-tunggu pun tiba seluruh siswa berkumpul di lapangan SMA Kartika untuk bersiap berangkat ke tempat perkemahan. Sesampainya di perkemahan mereka langsung bersiap berkumpul di lapangan untuk mendengarkan pengumuman dari ketua panitia.
“ oke semuanya setelah barisan ini saya bubarkan, saya beri waktu kalian selama 1 menit untuk membangun tenda dan merapikan perlengkapan kalian, setelah itu kalian harus segera berkumpul di lapangan mengerti? “
“ mengerti kak!!”, jawab seluruh peserta dengan bersamaan.
Setelah selesai membangun tenda mereka segera berkumpul di lapangan untuk mendengar perintah selanjutnya dari ketua panitia, ternyata acara hari pertama ini diisi dengan latihan baris berbaris dan games mencari jejak hingga sore hari. Malam harinya setelah mandi dan sholat maghrib mereka kembali berkumpul untuk makan malam bersama.
......
Keesokan harinya panitia mengumumkan bahwa akan ada acara outbound untuk seluruh peserta, mereka di bagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari perempuan dan laki-laki, dan di kelompok itu harus ada seorang kaka kelas senior yang mendampingi mereka. Dya terpilih untuk mendampingi  Nana, Fika, Raka, dan Reza, walaupun Dya belum mengenal mereka tapi ia tetap berusaha agar bisa kompak dengan mereka untuk bermain games ini .
“ pokoknya kita harus kompak ya, supaya kita bisa jadi pemenang nya oke”, ucap Dya pada teman-teman barunya.
“ sipp ka”, ucap mereka bertiga kecuali seorang cowok yang ternyata bernama Reza, ia hanya diam dan mengalihkan pandangannya ke arah  lain.
“ huh rese banget sih ni anak, kan gua ngasi semangat tapi dia malah cuek aja kayak ga denger”, ucap Dya dalam hati.
“ yaudah yu kita mulai ke permainan pertama”, ucap Dya akhirnya.
Permainan pertama di mulai dengan menaiki flying fox.
“ mmm, siapa nih yang mau naik flying fox nya? Kata nya harus dua orang loh yang naik baru kita bisa lanjut ke permainan berikutnya”, ucap Dya memberi penjelasan pada Fika, Nana, Raka, dan Reza.
“kaka aja deh yang main dari perempuannya, aku ama Fika ga berani”, ucap Nana pada Dya.
“ yaudahdeh kaka yang main, trus dari cowonya siapa nih yang mau naik?”, tanya Dya pada Reza, dan Raka.
“ si Raka aja tuh yang naik, gua males!!!”, usul Reza pada Dya dengan nada sinis
“yaudah deh ka aku aja”, ucap Raka menyetujui usul Reza.
“mmm oke deh kalo gitu, yuk Ka kita siap-siap ”, ucap Dya sambil tersenyum walaupun di dalam hatinya ia kesal melihat sikap Reza yang sangat sinis dan jutek kepadanya.
Saat menunggu giliran bermain Dya bertanya pada Raka tentang sikap Reza tadi.
“ eh ka, temen kamu si Reza itu emang anaknya nyebelin kayak gitu ya?”, tanya Dya penasaran.
“ ngga kok ka, si Reza mah emang kayak gitu ka maklumin aja dia kalo ama orang yang baru di kenal jutek, tapi kalo udah kenal deket dia ngga gitu kok”, ucap Raka sambil tersenyum.
“ooh,eh sekarang giliran kita nih yuk”, ajak Dya pada Raka.



                                                                .......
Setelah  bermain flying fox mereka bermain games ketangkasan disini mereka harus berpikir dengan keras untuk memecahkan games tersebut, Dya dan kelompoknya berhasil melewati permainan tersebut dengan mudah. Akhirnya mereka tiba pada games terakhir dimana mereka harus  bergotong royong untuk menutup bolongan yang ada pada pipa dan mengisinya dengan air sampai penuh hingga bola yang ada di dalam dapat keluar, pada saat permainan itu Dya tidak sengaja melihat Reza memakai jam tangan.
“ eh jam tangannya gapapa tuh kena air?, tanya Dya sambil terus mengisi air ke dalam pipa
“ gapapa kok ini jam tahan air, eh cepet dong nuangin airnya biar cepet keluar tuh bolanya”, jawab reza dengan ketus.
 “ ooh, iya sabar dong ini juga udah cepet kok nuanginnya”, ucap Dya sama ketusnya dengan Reza.
Dya sangat kesal mendengar jawaban Reza yang sangat ketus “ huh gua kan disini senior kenapa gua yang di perintah ama tu bocah, dasar nyebelin!!”, gumam Dya dalam hati.
                                                                                ......
Mereka pun akhirnya dapat menyelesaikan permainan tersebut dengan waktu yang lumayan cepat. Setelah permainan selesai mereka segera berkumpul untuk mendengar pengumuman siapa yang menjadi pemenang dan ternyata kelompok Dya mendapat juara satu. Dya sangat senang dan memeluk Fika, juga Nana, dan berjabat tangan Mengucapkan selamat dan terimakasih pada Raka, namun pada saat Dya ingin berjabat tangan dengan Reza, ia malah berlalu pergi entah kemana.
“ ish tuh anak yang lain pada seneng karena menang dia malah pergi gitu aja kayak gatau apa-apa”, ucap Dya dalam hati
Tiba-tiba ada yang memegang bahu Dya dari belakang dan ternyata itu Rafi.
“woy!, ngelamunin apa sih? Ati-ati kesambet loh”
“ ah kakang ngagetin aja, aku ga ngelamunin apa-apa kok, eh kakang kok sibuk banget sih masa dari kemaren aku pengen nyapa aja ngga bisa?”, ucap dya sambil mengelus dada.
“haha kenapa neng kangen ya?, iya nih dari kemaren aku sibuk banget ini aja baru ada waktu bebas makanya kakang langsung nyari kamu, Ciee yang juara satu, selamet yah neneng”, ucap Rafi sambil mengacak-ngacak rambut Dya.
“ih siapa lagi yang kangen? Iyaa  makasih kang, tapi rambutnya jangan di acak-acak gini dong L
“hehe sory deh, eh aku kesana dulu ya?”
“ngapain?”, tanya Dya sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
“biasa lah ngecengin ade kelas siapa tau ada yang nyangkut”, ucap Rafi sambil berlalu meninggalkan Dya yang masih merapikan rambutnya.
“wooo dasar ganjen, aku bilangin ka Rinda baru tau!”, teriak Dya pada Rafi yang mulai menjauh.
                                                                                ......
Malam harinya ada acara api unggun untuk penutupan perkemahan karena besok mereka akan pulang. Pada saat api unggun Dya yang sedang asik ngobrol tak sengaja melihat Reza yang sedang asik mendengarkan musik dan tak di sangka Reza melihat ke arah Dya dan pandangan mereka pun bertemu, namun hanya beberapa detik karena reza langsung mengalihkan pandangannya ke arah lain. Dya yang melihat sikap Reza langsung bergumam tak jelas.
“Dya lu kenapa?”, tanya Dita yang heran melihat perubahan sikap Dya.
“Gapapa ko cuma lagi kesel aja ama orang”, jawab Dya yang masih terus memerhatikan Reza.
“ooh, eh acaranya udah mau mulai loh”
Di waktu yang sama setelah tatapannya beradu dengan Dya, Reza langsung merasakan perasaan yang aneh padanya namun ia langsung menentang perasaan itu. Tiba-tiba Raka datang dan duduk di samping Reza.
“hai Za melamun aja lu awas kesambet”, sapa Raka
“eh hai Ka, gua ga melamun kok”, sangkal Reza padahal sebenarnya ia dari tadi memikirkan Dya.
“eh Za gua mau nanya kenapa sih elu ketus banget sama ka Dya?, emangnya dia salah apa sama elu?”
“gatau nih gua asal liat dia bawaanya ketus, gua aja bingung”
“ati-ati loh nanti elu naksir lagi sama dia”
“yaah ngga mungkin lah”, sangkal Reza padahal di dalam hatinya dia masih bingung dengan perasaannya ini.
“ya oke deh, eh acaranya udah mau mulai tuh”
Sebenarnya di balik ketusnya Reza diam-diam dia memikirkan dan memerhatikan Dya dan dia sendiri pun bingung kenapa dia bisa bersikap seperti ini.
Mereka pun akhirnya menikmati acara api unggun.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar